29 Jan 2021 Berita Kampus

STIKes Mitra Husada Medan mengadakan pelatihan Pereseptor dan Mentor yang diadakan mulai hari Jumat – Minggu tanggal 29 - 31 Januari 2021

STIKes Mitra Husada Medan mengadakan pelatihan Pereseptor dan Mentor yang diadakan mulai hari Jumat – Minggu tanggal 29 - 31 Januari 2021

Dalam upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia, diperlukan tenaga bidan profesional sebagai salah satu kategori tenaga kesehatan yang sangat berperan dalam upaya tersebut. Pengalaman pembelajaran klinik harus dikelola dengan efektif, didukung dengan kondisi/situasi belajar yang kondusif sehingga kompetensi yang diharapkan akan tercapai secara optimal. Namun saat ini ada kesenjangan yang ditemukan pada proses pembelajaran klinik, diantaranya lahan praktik yang belum melaksanakan praktik sesuai standar, pembimbing klinik dengan kemampuan membimbing yang masih sangat bervariasi baik dari segi pengalaman maupun kemampuan, serta jumlah pembimbing klinik yang belum memadai. Keadaan ini tentu saja berdampak pada proses bimbingan klinik yang pada akhirnya berdampak pula pada keterampilan serta mutu lulusan. Menyadari situasi dan kondisi seperti diatas, perlu diselenggarakan Pelatihan bagi Preseptor dan Mentor untuk menjamin terselenggaranya proses bimbingan klinik yang efektif dan optimal. Untuk menghasilkan Pembimbing Klinik (Preseptor dan Mentor) yang berkualitas dan kompeten dalam memberikan asuhan kebidanan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan.

 


Untuk Narasumber STIKES Mitra Husada Medan bekerja sama dengan Organisasi Profesi IBI (IKATAN BIDAN INDONESIA),dikarenakan STIKes Mitra Husada Medan juga mengurus Satuan Kredit Perolehan (SKP) DARI Organisasi Profesi IBI PD IBI Provinsi Sumut untuk pemberian sertifikat bagi peserta, sertifikat ini merupakan bagian dari SKPI yang Sdh ditetapkan sebagai bagian kegiatan akademik STIKES Mitra Husada Medan.

 


Diawal sesi pelatihan,terlebih dahulu dilakukan pre test pada semua peserta untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan peserta mengenai model pembelajaran preseptor mentor. Diharapkan dengan terselenggaranya kegiatan pelatihan ini, semua peserta pelatihan  mampu menguasai kompetensi praktik kebidanan sesuai dengan evidence based, meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam melaksanakan proses bimbingan klinik bagi mahasiswa dengan menggunakan pendekatan preseptor mentor dalam bimbingan klinik serta mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat selama pelatihan ini dalam  membimbing mahasiswa kebidanan sehingga nantinya akan dihasilkan lulusan bidan yang profesional dan kompeten dalam bidang kebidanan yang mampu bersaing dalam dunia usaha dan dunia industri.

 

Foto Kegiatan Hari Pertama

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto Kegiatan Hari Kedua

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto Kegiatan Hari Ketiga (Penutupan)

 

 

Selamat kepada STIKes Mitra Husada Medan telah melaksanakan kegiatan Penutupan Pelatihan Preseptor dan Mentor yang sudah berlangsung dari 29 Januari 2021 hingga hari ini 31 Januari 2021. Acara penutupan Disampaikan Langsung  oleh Ibu Ketua Organisasi IBI (Ikatan Bidan Indonesia) Kota Medan Ibu Betty Mangkuji, SST., M.Keb. Dengan antusiasme seluruh peserta pelatihan, STIKes Mitra Husada Medan bangga dan sangat yakin  akan mengaplikasikan ilmu yang sudah didapat sebagai salah satu bentuk implementasi  konsep kampus merdeka dengan tujuan proses pembelajaran yang lebih berkualitas karena sudah mengenal sejak dini dunia kerja melalui pembelajaran di lahan praktik sehingga mahasiswa akan lebih siap  pakai setelah nantinya menyelesaikan pendidikan. Dengan preseptor dan mentor yang handal maka proses pengenalan dunia kerja akan menjadi lebih mudah serta proses pembimbingan Mahasiswa di Lahan Praktik akan semakin optimal. Hal ini akan berbanding lurus dengan peningkatan kompetensi lulusan menjadi bidan yang profesional dan kompeten di dunia usaha maupun dunia industri.

Dan Kami Ucapkan Selamat juga kepada Para Peserta Terbaik yang terpilih 
1. Ibu Ijah Saragih
2. Ibu Diana Eva Ningsih

dan Video Terbaik (dalam simulasi model pembelajaran praktik klinik)
1. Ibu Netty Ermina
2. Ibu Misbah AR