Prodi Kebidanan Program Sarjana Terapan

Prodi Kebidanan Sarjana Terapan bertujuan menyelenggarakan pendidikan dengan kurikulum yang merujuk pada Kerangka Kualifikasi Indonesia (KKNI) Level 6 untuk menghasilkan Sarjana Terapan yang mampu mengaplikasikan ilmu dibidang Kebidanan, menguasai konsep ilmu secara umum dan memformulasikan penyelesaian masalah procedural serta bekerja secara mandiri dan atau tim sesuai standar pelayanan kebidanan terkini (Evidance Based Midwifery).

Mahasiswa yang mengikuti Program Sarjana Terapan dari jalur Reguler 0 Tahun lulusan SMA/MA harus menyelesaikan mata kuliah 146 SKS dengan lama kuliah 4 tahun (8 semester) dan jalur lulusan D3 kebidanan menyelesaikan 38 SKS, dengan lama kuliah 1 tahun (2 semester).

Berdasarkan Nomenklatur Keputusan MENRISTEKDIKTI No. 257/M/KPT/2017, lulusan Program Sarjana Terapan Kebidanan mendapat gelar: S.Tr.Keb

Profil Lulusan Prodi Kebidanan Program Sarjana Terapan

1) Care Provider (Pemberi asuhan kebidanan)

Lulusan Prodi Kebidanan Program Sarjana Terapan berperan sebagai pemberi asuhan kebidanan esensial  yang mempunyai kemampuan mengaplikasikan asuhan kebidanan dengan memanfaatkan IPTEKS  pada ibu hamil, bersalin, nifas dan menyusui, bayi baru lahir, balita dan keluarga berencana & kesehatan reproduksi sesuai siklus hidup perempuan pada kondisi normal, maupun dengan penyulit  secara profesional dan kode etik profesi serta mampu berdaptasi dengan berbagai situasi  (evidence based) dengan menggunakan manajemen kebidanan pada tatanan pelayanan kesehatan primer, sekunder dan tertier.

2) Community Leader (Penggerak Masyarakat)

Lulusan Prodi Kebidanan Program Sarjana Terapan berperan sebagai penggerak masyarakat dalam bidang kesehatan ibu dan anak dengan memanfaatkan IPTEKS melalui upaya promotif, preventif, serta kerjasama lintas program dan lintas sektoral untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak dengan memperhatikan potensi, sosial budaya dan sumber daya lokal yang tersedia (mampu beradaptasi dengan berbagai situasi).

3) Communicator (Komunikator)

Lulusan Prodi Kebidanan Program Sarjana Terapan mampu menjadi seorang komunikator handal dibidang kesehatan. Profesi seorang komunikator dapat menjadi seorang penyuluh dibidang kesehatan. Sebagaimana kita ketahui bahwa seorang komunikator dapat berfungsi sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat maupun sebaliknya terutama untuk daerah yang berada dipelosok atau daerah-daerah terluar di Indoensia. Komunikator memegang peranannya sebagai pilot project dibidang kesehatan yang pada akhirnya akan meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat dan kesenjangan dibidang kesehatan antara wilayah desa dan perkotaan (khusus nya kesehatan ibu dan anak) yang terjadi selama ini dapat diminimalisir.

4) Decision Maker (Pengambil keputusan dalam asuhan kebidanan)

Lulusan Prodi Kebidanan Program Sarjana Terapan yang mempunyai kemampuan mengambil keputusan klinik yang tepat karena sebagai seorang bidan yang professional akan sering dihadapkan pada kondisi-kondisi gawat darurat seperti pada saat ibu melahirkan dengan kondisi gawat darurat, sehingga pengambilan keputusan yang tepat akan memberikan hasil yang tepat pula. Pengambilan keputusan yang tepat  dalam asuhan kebidanan kepada individu, keluarga dan masyarakat dengan menggunakan prinsip patnership.

5) Manager (Pengelola)

Lulusan Prodi Kebidanan Program Sarjana Terapan menjadi pengelola layanan kesehatan ibu dan anak pada tatanan pelayanan primer, sekunder dan tertier dengan memanfaatkan IPTEKS serta memperhatikan potensi, sosial budaya dan sumber daya lokal yang tersedia (mampu beradaptasi dengan berbagai situasi).

6) Entrepreneur (Kewirausahaan)

Lulusan Prodi Kebidanan Program Sarjana Terapan mampu berwirausaha dalam bidang kebidanan dan kesehatan dengan memanfaatkan IPTEKS kebidanan dengan keunggulan kebidanan kegawatdaruratan kebidanan maternal dan neonatal dan hypnobirthing.

7) Research (Peneliti)

Lulusan Prodi Kebidanan Program Sarjana Terapan mampu melakukan penelitian dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terkait dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak, dan mengeluarkan ilmu-ilmu baru serta penemuan baru yang dapat dipakai dalam pengembangan ilmu kesehatan (evidence based midwifery).